Distingsi Paradoks
Aku
cemas dengan pasar; sedang aku merasa tak punya harga tawar.
Aku
pergi ke tempat ramai, namun kadang berlaku abai.
Aku
pergi menyendiri, tapi naas yang ada hanya sedih dan depresi.
Aku
kadang bosan dengan percakapan, namun mati rasa dengan kesepian.
Aku
takut akan masa tua, namun sadar bahwa masa muda belum banyak berguna.
Kadang
aku mencari atensi, tapi takut akan lahirnya benci.
Aku
banyak membaca, tapi sadar bahwa kadang realitas sungguh berjarak dengan apa
yang ada.
Mungkin
kau dan aku sama-sama butuh lebih banyak anti depresan; sebab terkadang kita
lebih memilih dipenjara pikiran dan bayangan, daripada sadar akan kenyataan
yang menyakitkan.



.jpeg)
Comments
Post a Comment