Memandu Irama Obor
Usai sudah malam ini kusaksikan; bagaimana sepercik bara bergejolak hebat memanasakan kayu-kayu yang basah. Yang ditumpuk tak beratur-bak pikiran yang melindur tak tertutur-meramu ribu rupa upaya rimba laju liar laki-laki. Di antara terang purnama-dengan ketinggian di atas kewajaran dan kenormalan. Aku mengamati betul; tiap detik hembus angin yang melibas angan dengan kencang dan tenang; namun tidak dengan ingin. Sungguh, kayu kaku yang baru itu dijadikannya abu semu yang layu dan penuh tipu.
.jpeg)



Comments
Post a Comment